MENARA SYAHBANDAR d.h. de Uitkijk, Kleine Boom

Jl. Tiang Bendera atau Jl. Sleko

1850

Foto Lama

Foto Baru

Deskripsi

Menara Syahbandar terletak di tepi kanal Semarang yang mengikuti lekukan bekas benteng Kota Lama dan meliuk melintas Pecinan. Bangunan tersebut merupakan bangunan pengawas barang keluar masuk Semarang. Bangunan dengan konfigurasi silang tersebut berorientasi ke empat arah mata angin. Bangunan menara terdiri dari tiga lantai. Lantai ketiga hanya terdapat pada bagian inti atau persilangan. Bagian inti tersebut menjulang tinggi dan beratap datar. Gugus-gugus bangunan yang menjorok dari inti beratap limasan yang masing-masing beririsan dengan setiap dinding menara.Tidak jauh dari bangunan tersebut terdapat bangunan kantor syahbandar yang juga terpengaruh langgam Kekaisaran yang pada masa itu dilaksanakan oleh personel genie (bagian rekayasa bangunan dalam kemiliteran). . Menara Syahbandar, bersama dengan Mercusuar Willem III, dan juga pendahulunya Menara Masjid Kampung Melayu, penting karena merupakan petanda tahap perkembangan Semarang sebagai pusat perdagangan maritim, dan merupakan elemen pokok dalam mekanisme pengendalian dan pengawasan lalu lintas barang, serta penggudangannya. Sejak tahun 1921 menara tersebut tidak digunakan lagi, dan seluruh kegiatan lalu lintas perangkutan barang memusat di pelabuhan Semarang. Kondisi bangunan saat ini rusakberat. Bangunan kini dipisahkan dari Kali Semarang oleh kampung, dan berada dalam properti Perusahaan Gas Negara. Menara tersebut telah kehilangan setting aslinya. Bangunan-bangunan terkait di sekitarnya telah musnah. Sumber: W. Leertouwer, Chief Editor of 'The North', on the occasion of the 35th anniversary of the town of Semarang, “.Semarang as Industrial, Commercial and Cultural Center,” Issued by Administration Office A.C. van Perns, Bodjong 67/71, Semarang 1941, diunduh 2 Oktober 2017

Tempat Wisata Lainnya