EKS-N.V. DAGBLAD DE LOCOMOTIEF

Jl. Kepodang No.20-22

Foto Lama

Foto Baru

Deskripsi

De Locomotief merupakan penerusan dari surat kabar berbahasa Belanda pertama, Sema-rangsch Nieuws Advertentiebladyang terbit dari 1845-1863. Berawal dari mingguan, de Loco-motief menjadi harian pada tahun 1879 dan mampu menjangkau hampir seluruh Hindia Be-landa pada berbagai lapisan dan golongan masyarakat (pedagang, pengusaha perkebunan, kaum terpelajar, dan pegawai pemerintahan). Menyuarakan gagasan mengenai politik etika, de Locomotief mengungkap banyak hal berkenaan dengan eksploitasi bumiputera, dan menyuarakan perbaikan kesejahteraan serta perubahan politik kolonial ketika Pieter Brooshooft menjadi pemimpin redaksinya. Surat kabar tersebut harus berhenti terbit pada masa perjuangan RI merebut Irian Barat dan bangunan kantor selanjutnya diambil alih oleh Grup Tempo untuk dimanfaatkan sebagai kantor harian Suluh Marhaen. Bangunan kantor dua lantai di Jl. Kepodang No.20-22 berasal dari abad ke-19, berlanggam Indies yang mendapat pengaruh Neo-Renaissance yang marak di Benua Eropa. Bangunan tersebut belum memakai konstruksi beton bertulang dan lantai atas disusun dengan bertumpu pada balok-balok kayu berukuran besar. Pintu masuk utama pada lantai dasar unik karena mempunyai lubang angin di atasnya yang terbuat dari panel berukir kerawang bermotif bunga tanjung. Kini bangunan telah dirobohkan secara sengaja dengan menyisakan sebagian dinding, termasuk dinding depan. Bagaimana pun bangunan ini penting karena selain keterkaitannya dengan sejarah surat kabar yang menyuarakan keberpihakan pada bangsa Indonesia, bangunannya merupakan contoh pengaruh langgam Indies Awal yang mendapatkan pengaruh Neo-Renaissance. (Sumber termasuk: http://www.indischeliterairewandelingen.nl/index.php/wandelingen/125-semarang-oude-stad#meer-informatie-20)

Tempat Wisata Lainnya