Gedung anggun ini semula dibangun untuk N.V. Kian Gwan, perusahaan Raja Gula Oei Tiong Ham sebagai kantor pusat dan bank (Bank Vereeniging). Arsiteknya adalah Liem Bwan Tjie, orang Semarang yang menjadi salah satu pelo-por gerakan Modernisme di Belanda. Nilai penting bangunan ada pada strategi desain yang dipilih dengan memasukkan cahaya alami ke bagian tengah bangunan dan ventilasi alami pula, yang membuatnya menjadi bangunan hijau dan cantik. Modernitas bangunan ini tak lekang oleh zaman. Meskipun dibangun setelah Oei Tiong Ham meninggal dunia, bangunan ini tetap mempunyai nilai penting: 1) keterkaitan dengan perusahaan berskala internasional yang berperan penting dalam industri gula di Indonesia; 2) keterkaitan dengan arsitek yang lahir dan dibesarkan di Indonesia dengan kiprah internasional dan menja-di salah satu pelopor Modernisme di Belanda; 3) bangunan di kawasan perkotaan padat dengan iklim yang dikondisikan dengan memanfaatkan kearifan lokal sekaligus bahan bangunan modern. Bangunan ini diakui sebagai bangunan terbaik di Kota Semarang, sebelum kehadiran Javasche Bank di Jl. Pemuda.