Menara Willem III adalah bagian tak terpisahkan dari pengembangan pelabuhan Semarang baru yang dapat disinggahi kapal barang yang lebih besar menjelang perempat terakhir abad ke-19. Membangun kanal sodetan baru (Kalibaru) dan mengintegrasikan moda-moda perangkutan membuat Semarang menjadi kota niaga modern dengan keunggulan dalam volume ekspor produk pertanian dan hasil bumi. Mercusuar di kompleks pelabuhan Tanjung Mas masih dalam keadaan dan berfungsi baik. Bertahan dalam usianya yang lebih dari satu abad, bangunan ini, bersama dengan Menara Masjid Kampung Melayu menjadi petanda perkembangan kota pelabuhan yang pernah berjaya.