Belum dapat dipastikan pada tahun berapa pada abad ke-19 bangunan Stadsschouwburg didirikan. Ada yang mengatakan pada tahun 1835, yang artinya hanya berjarak beberapa tahun seusai perang Diponegoro yang menguras kas kerajaan; tetapi ada pula yang menyebutkan tahun 1854 (terkait dengan adanya masyarakat apresian seni pertunjukan di kalangan golongan Belanda/Eropa. Kecuali ditemukan bukti asli yang meyakinkan, keterangan kedua lebih bisa dijelaskan dalam kaitan dengan industri perkebunan dan eksploitasi sumber daya alam lain, karena: 1) pertumbuhan populasi pendukungnya, yaitu masyarakat Belanda dan Eropa yang datang untuk menanamkan modal; dan 2) bersamaan dengan peningkatan sarana prasarana umum (perangkutan kereta api, dan laut). Acara pertunjukan di Stadsschouwburg semakin padat dan beraneka di sekitar pergantian abad hingga dua dasawarsa abad ke-20 dan kontrak-kontrak dengan kelompok kesenian termasuk komedi dari berbagai tempat susul menyusul. Aktris Matahari (Margaretha Geertruida Zelle) yang fenomenal pernah menggelar pertunjukan di gedung tersebut. Kegiatan seni pentas juga menarik bagi toko alat-alat musik dan perangkat pemutar piringan hitamJ.H. Seelig & zoon. Stadsschouwburg merupakan bangunan teater proscenium yang mempunyai tiga bagian utama, yaitu panggung, auditorium atau ruang penonton, dan bagian depan atau lobby. Auditorium Stadsschouwburg seluas 600 m2 berdenah ellips dengan kolom-kolom penyangga di sekeliling, ditambah deretan kolom yang lebih langsing pada bagian dalamnya. Ruang depan (lobby) seluas 120 m2 yang dilengkapi dengan cafeteria terdapat pada bagian utara. Bagian panggung seluas 450 m2 mencakup pula ruang perlengkapan (catatan: bagian ini telah dibongkar dan diganti dengan bangunan baru dengan mengambil komponen-komponen dari bagian auditorium). Pengaturan prasarana transportasi diatur dengan menyediakan tempat parkir kereta kuda dan tempat istirahat sais. Bangunan di seberang jalan nomor 40 dahulu adalah istal. Kondisi bagian auditorium dan lobby yang pernah dipakai sebagai sekretariat Yayasan Angkatan Empat Lima (s.d. 1956), dan selanjutnya menjadi kantor perusahaan EMKL – Ekspedisi Muatan Kapal Laut terlantar setelah menjadi korban vandalism.