Rumah Indies pada sudut pertemuan Jl. Cenderawasih dengan Jl. Cenderawasih I. berada pada lokasi dengan risiko dampak tergolong parah dikawasan, dan peninggian jalan yang dilakukan pada masa lalu membuat rumah dua lantai ini kehilangan proporsi aslinya. Rumah ini termasuk dalam “komunitas” bangunan Indies awal, yang merupakan perpaduan antara bentuk dan gaya bangunan di kota-kota kecil Belanda dengan pengaruh dan sumber daya yang tersedia setempat. Hasilnya adalah bangunan tidak bertingkat/ berlantai dua; atap bersudut kemiringan besar dengan kuncungan pada puncak parapet (gunungan) dan/atau pertemuan jurai; atap teritisan yang memperlihatkan rusuk dari balok kayu dengan ujung berprofil; penutup atap genteng; jendela atap; fenestrasi mengikuti asas setangkup (pintu diapit dua jendela atau dua pintu lainnya.Rumah sudut ini menjadi penting karena posisinya yang membuatnya memiliki dua muka. Rumah Indies awal tersebut berada pada Jl. Cenderawasih I, dan Jl. Kedasih. Selain itu ada pula gaya serupa pada rumah lebih besar, dalam janjang terpisah, yaitu di Jl. Branjangan, Jl. Garuda, Jl.Meliwis,dan Jl. Kepodang Buntu.